Thursday, March 03, 2005

"Relevansi Ibadah dalam Kesuksesan di Dunia Kerja"

“Innalloha laa yughoyyiru maa biqoumin hattaa yughoyyiruu maa bi anfusihim”
(QS:Ar-Ra’du 11)

“Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali mereka sendiri yang merubahnya”

“Wa may tattaqillaaha yaj’allahuu makhrojaa, Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib. Wa may yatawakkal alallaahi fa huwa hasbuh. Innallaaha baalighu amrih. Qod ja’alallaahu likulli syaiin qodraa”
(QS Ath Thalaq 2-3)

“Dan bagi orang-orang yang takwa kepada Alloh, akan diberikan jalan keluar, dan akan diberikan rezeki dari arah yang tak terduga-duga. Dan bagi orang-orang yang tawakal, maka Alloh mencukupinya. Sesungguhnya Allohlah yang memelaksanakan peraturanNya dan Alloh-lah yang mengira-ira segala sesuatunya”

Dari ayat ini, dapat kita ketahui bahwa ternyata manusia itu terdiri dari 3 macam golongan dilihat dari sisi rezekinya.

Golongan orang-orang kebanyakan (yang belum takwa) yakni mereka yang mengandalkan pada ikhtiar mereka.Mereka adalah golongan orang-orang yang masih MENCARI rezeki. kalau tidak dicari ya gak bakalan dapat.Umumnya golongan ini akan bekerja di berbagai bidang pekerjaan. Mereka ini adalah golongan orang-orang yang memang harus bekerja untuk mendapatkan rezekinya (kasab)

QS Qoshos 78,
“Sesungguhnya Aku mendapatkan kekayaan ini karena ilmuku semata-mata”


2. Golongan orang-orang takwa, yakni golongan yang sudah tidak lagi mencari rezeki. Tetapi rezeki sudah di atur oleh Alloh dan sering mengalami datangnya rezeki dari arah yang tak terduga-duga. Golongan ini biasanya masih bekerja, tetapi tidak memaksakan diri, sebab sudah yakin bahwa rezekinya di atur oleh Alloh. Bagi golongan ini, meski kerjanya ngoyo atau memaksakan diri, maupun kerjanya santai-santai, yang diperoleh juga rata-rata tidak berubah. (meyakini perlunya ikhtiar dan yakin Alloh sudah mengatur rezekinya)

QS Yunus 58
“Katakanlah : hanya karena merasakan kurnia rahmat Allohlah kamu boleh bergembira, dan itulah yang lebih baik (berguna) bagi mereka daripada apa yang dapat mereka kumpulkan sendiri”

QS Thaha 132,
Perintahkan kepada keluargamu supaya sembahyang dan bersabarlah dalam melaksanakannya, Kami Alloh tidak menuntutmu supaya mencari rezeki, Kami Alloh yang menjamin rezekimu, dan akibat (kemenangan yang terakhir) bagi orang yang bertakwa

3. Golongan orang-orang yang tawakal. Golongan ini biasanya tidak bekerja, tetapi seluruh hidupnya dicukupi oleh Alloh, meski punya anak 7 dan tidak bekerja, hidupnya dicukupi oleh Alloh melalui berbagai jalan. Alloh sendiri yang mengira-ira. Golongan orang-orang tawakal ini begitu kuatnya keyakinan terhadap Tuhannya sampai mereka benar-benar dicukupi oleh Alloh meski tanpa bekerja.

QS Al Ankabut : 60
“Berapa banyak binatang melata yang tidak sanggup membawa rizqinya sendiri. Alloh yang menjamin rezekinya, juga terhadapmu”

Hadits Qudsi,
“Wahai dunia layanilah mereka orang-orang yang sibuk melayani Aku, dan repotkanlah mereka orang-orang yang sibuk melayani kamu”